Prestasi Gemilang Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Kendari di Tingkat Nasional
Kendari, 17 April 2026 – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Program Studi Sistem Informasi, mencatat pencapaian luar biasa dengan meraih juara pertama dalam Kompetisi Aplikasi Mobile Nasional (KAMN) 2026. Prestasi gemilang ini diraih oleh tim mahasiswa yang terdiri dari tiga orang: Muhammad Ridho Pratama (semester 6), Siti Nur Azizah (semester 5), dan Eka Wijaya (semester 7), dengan mengungguli ratusan peserta dari universitas ternama di seluruh Indonesia.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pendidikan Teknologi Informasi Indonesia (APTII) pada 15-17 April 2026 di Jakarta menjadi bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya berkontribusi dalam konteks lokal, melainkan juga kompetitif di panggung nasional. Tim pemenang berhasil mempersembahkan aplikasi mobile berbasis artificial intelligence yang dirancang untuk membantu petani lokal dalam optimalisasi hasil panen melalui prediksi cuaca dan rekomendasi perawatan tanaman.
Perjalanan menuju kesuksesan ini dimulai sejak bulan Oktober 2025, ketika ketiga mahasiswa mulai mengembangkan ide aplikasi yang mereka namakan “AgroSmart.” Aplikasi ini dirancang dengan antarmuka yang user-friendly dan mampu mengintegrasikan data meteorologi real-time dengan database informasi pertanian lokal Sulawesi Tenggara. Fitur unggulannya mencakup notifikasi otomatis untuk peringatan dini bencana alam, rekomendasi pupuk berbasis analisis tanah, dan forum komunitas petani digital.
### Latar Belakang Kompetisi Nasional
Kompetisi Aplikasi Mobile Nasional (KAMN) 2026 merupakan ajang tahunan yang diikuti oleh ribuan mahasiswa dari program studi terkait di seluruh nusantara. Ajang kompetisi ini bertujuan untuk mengidentifikasi talenta muda di bidang teknologi informasi, mendorong inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, serta memperkuat ekosistem startup teknologi di Indonesia. Tahun ini, peserta berasal dari lebih dari 150 universitas dengan total 487 tim yang berkompetisi dalam berbagai kategori, termasuk kategori aplikasi mobile yang menjadi fokus utama ajang ini.
Kriteria penilaian kompetisi mencakup beberapa aspek penting, yaitu inovasi dan orisinalitas ide, kualitas teknis pengembangan aplikasi, user experience dan desain interface, potensi dampak sosial ekonomi, serta presentasi dan penjelasan konsep kepada para juri. Para juri kompetisi terdiri dari tokoh-tokoh terkemuka di dunia teknologi informasi nasional, termasuk para pengusaha startup sukses, akademisi berpengalaman, dan praktisi industri dari perusahaan teknologi multinasional.
### Perjalanan Menuju Kesuksesan
Muhammad Ridho Pratama, sebagai ketua tim dan pengembang backend aplikasi, mengungkapkan bahwa persiapan sangat intensif dan membutuhkan dedikasi tinggi. “Kami mulai mengembangkan ide ini ketika melihat realitas petani lokal yang masih menghadapi keterbatasan akses informasi teknologi. Bekerja dengan Ibu Siti dan Mas Eka, kami rasa mampu menciptakan solusi yang konkret,” ungkap Ridho dalam wawancara eksklusif di Gedung Administrasi Universitas Muhammadiyah Kendari, Kamis (17/4/2026).
Siti Nur Azizah, yang bertanggung jawab pada aspek desain dan user interface, menambahkan bahwa setiap detail aplikasi dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna akhir. “Kami melakukan riset lapangan ke beberapa desa pertanian di Kendari dan sekitarnya untuk memahami challenges yang dihadapi petani. Dari situ, kami mendesain interface yang sederhana namun powerful, sehingga mudah dipahami oleh pengguna yang belum terlalu tech-savvy,” jelasnya sambil menunjukkan berbagai prototype yang telah dikembangkan.
Eka Wijaya, yang menangani aspek machine learning dan integrasi data, menjelaskan kompleksitas teknis yang berhasil mereka atasi. “Kami menggunakan algoritma machine learning dari TensorFlow dan mengintegrasikan API dari berbagai sumber data publik seperti BMKG dan Kementerian Pertanian. Tantangan terbesar adalah memastikan akurasi prediksi model kami mencapai minimal 85 persen, yang pada akhirnya kami capai melalui training dataset yang komprehensif,” ujar Eka dengan antusias.
Proses pengembangan aplikasi ini berlangsung selama enam bulan dengan intensitas kerja yang tinggi. Tim melakukan lebih dari 20 kali iterasi pengembangan, melakukan testing pada 200 pengguna beta di tiga kabupaten berbeda, dan mengoptimalkan performa aplikasi hingga dapat berjalan lancar bahkan pada perangkat dengan spesifikasi rendah. Semua proses ini dilakukan dengan bimbingan dari dua dosen pembimbing, yaitu Dr. Hendra Kurniawan, M.T. (dosen Sistem Informasi) dan Ir. Lestari Suwito, M.Kom. (dosen Rekayasa Perangkat Lunak).
### Pencapaian di Kompetisi Nasional
Pada fase final kompetisi yang berlangsung di Jakarta Convention Center, tim Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil melewati berbagai tahapan eliminasi yang ketat. Di babak penyisihan, dari 487 tim peserta, hanya 50 tim yang lolos untuk berkompetisi di babak semifinal. Kemudian, di babak semifinal, tim AgroSmart berhasil meyakinkan para juri dengan presentasi yang matang dan demo aplikasi yang smooth, sehingga lolos ke babak final bersama dengan 10 tim lainnya.
Di babak final, tim Universitas Muhammadiyah Kendari harus berhadapan dengan tim-tim dari universitas ternama seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Binus University. Kompetisi berlangsung sangat ketat, namun pada akhirnya tim AgroSmart berhasil menjadi juara dengan total skor 94 dari 100 poin. Tim dari ITB berhasil meraih posisi kedua dengan aplikasi yang fokus pada sistem transportasi pintar, sementara tim dari UI meraih posisi ketiga dengan aplikasi edukasi interaktif.
Ketua panitia kompetisi, Dr. Bambang Sugiharto, M.Sc., dalam acara pengumuman pemenang secara tertulis menyatakan bahwa tim dari Kendari ini menunjukkan inovasi yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. “AgroSmart bukan hanya sekedar aplikasi bagus secara teknis, tetapi juga menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang problem yang dihadapi sektor pertanian nasional. Ini adalah jenis inovasi yang kami cari,” kata Bambang dalam surat resmi yang diterima oleh universitas.
### Dukungan dan Apresiasi dari Pimpinan Kampus
Pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pencapaian ini. Dr. Muhammad Arief S.H., M.H., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, menyampaikan kebanggaannya atas prestasi yang diraih mahasiswa dan dosen pembimbing. “Pencapaian ini membuktikan bahwa komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menghadirkan pendidikan berkualitas tinggi telah membuahkan hasil nyata. Mahasiswa kami tidak hanya kompeten di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional. Ini sejalan dengan visi universitas untuk menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas dan inovatif,” ungkap Rektor Arief dalam konferensi pers yang diadakan di Aula Utama Kampus Kendari pada Kamis (17/4/2026).
Dr. Syaiful, M.Kom., Dekan Fakultas Teknik dan Informatika, juga turut memuji kerja keras tim dan dosen pembimbing. “Prestasi ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari proses pembelajaran yang terstruktur, bimbingan yang intensif, dan fasilitas yang memadai. Saya juga sangat apresiasi kepada Ibu Lestari dan Pak Hendra yang telah memberikan bimbingan di luar jam kerja mereka,” ujar Syaiful dengan senyuman penuh kebanggaan.
Dr. Sri Sumantri, M.T., Ketua Program Studi Sistem Informasi, menambahkan bahwa pencapaian ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan meraih prestasi. “Kami akan mengintegrasikan pembelajaran dari AgroSmart ini ke dalam kurikulum, khususnya pada mata kuliah Proyek Aplikasi Mobile dan Artificial Intelligence. Mahasiswa-mahasiswa baru akan belajar langsung dari pengalaman tim pemenang,” jelasnya dengan optimis.
### Dampak dan Prospek ke Depan
Keberhasilan aplikasi AgroSmart tidak hanya memberikan prestise bagi universitas, tetapi juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut. Beberapa investor potensial telah menunjukkan minat untuk mendanai pengembangan aplikasi ini agar dapat diperluas jangkauannya ke seluruh Indonesia. Muhammad Ridho Pratama mengungkapkan bahwa tim sedang dalam tahap diskusi dengan dua startup incubator nasional untuk mengembangkan AgroSmart menjadi produk komersial yang dapat diakses oleh ribuan petani di berbagai daerah.
“Visi kami tidak berhenti di kompetisi ini. Kami ingin AgroSmart benar-benar berdampak nyata pada peningkatan produktivitas pertanian nasional. Dengan dukungan dari universitas dan investor, kami percaya bahwa aplikasi ini dapat menjadi game-changer dalam sektor agritech Indonesia,” kata Ridho dengan penuh semangat.
Selain itu, kesuksesan ini juga mendorong lebih banyak mahasiswa Program Studi Sistem Informasi untuk aktif mengikuti kompetisi nasional dan internasional. Berdasarkan data dari Program Studi, pada tahun akademik 2025/2026 ini, terdapat minimal enam tim lain yang juga sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti berbagai kompetisi teknologi skala nasional dan regional, seperti Hackathon Indonesia, Google Solution Challenge, dan Microsoft Imagine Cup.
### Peran Ekosistem Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari
Keberhasilan tim AgroSmart tidak terlepas dari dukungan ekosistem pendidikan yang solid di Universitas Muhammadiyah Kendari. Program Studi Sistem Informasi, yang berdiri sejak 2012, telah terakreditasi B oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) dan memiliki kurikulum yang disesuaikan dengan standar internasional dan kebutuhan industri terkini. Fasilitas yang tersedia mencakup laboratorium komputer modern, server milik kampus untuk praktik, akses ke cloud computing platform seperti Google Cloud dan AWS, serta perpustakaan digital dengan ribuan jurnal dan referensi teknologi terkini.
Lebih lanjut, kampus juga memfasilitasi student organization yang mendukung pengembangan skill mahasiswa, seperti Kendari Tech Community dan Innovation Lab, yang menjadi tempat mahasiswa berkolaborasi dan berbagi pengetahuan mengenai teknologi terbaru. Tidak heran jika banyak mahasiswa Program Studi Sistem Informasi yang aktif mengikuti workshop, seminar, dan kompetisi.
### Harapan dan Penutup
Pencapaian tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Kompetisi Aplikasi Mobile Nasional 2026 ini memberikan inspirasi bagi seluruh sivitas akademika, khususnya bagi mahasiswa lain yang sedang mengembangkan ide dan inovasi mereka. Prestasi ini membuktikan bahwa dengan dedikasi tinggi, bimbingan yang baik, dan dukungan institusi yang kuat, mahasiswa dari daerah dapat bersaing dan menang di tingkat nasional.
Ke depan, diharapkan pencapaian ini dapat mendorong lebih banyak kolaborasi antara universitas dengan industri, mendorong lebih banyak mahasiswa untuk berinovasi, dan tentu saja, membuat nama Universitas Muhammadiyah Kendari semakin dikenal di tingkat nasional. Dengan terus mengasah kemampuan dan inovasi mahasiswanya, Universitas Muhammadiyah Kendari siap menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya melayani kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan teknologi nasional.
Tim AgroSmart dan Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa inovasi dan prestasi tidak mengenal batasan geografis. Semoga pencapaian ini menjadi awal dari banyak prestasi gemilang lainnya yang akan diraih oleh generasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari di masa mendatang.
—
Informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Kendari dapat diperoleh melalui website resmi universitas atau menghubungi office Program Studi di Gedung Teknik, Kampus Utama Kendari.